Wednesday, June 17, 2009

Tilang cara Belanda

Tinggal di negeri Belanda tentu saja berbeda dgn tinggal di Indonesia, salah satu contohnya adalah kegiatan sureat menyurat yang masih berlangsung meskipun dunia internet sudah marak dimana mana, jadi pos Belanda tidak akan mati, seperti yang terjadi di Indonesia. Hampir tiap hari Luc menerima surat dari berbagai instansi khususnya urusan pemabayaran, semua diingatkan dengan surat pemberitahuan. Saya yang baru 8 bulan tinggal di Belanda juga mulai menerima berbagai surat, khususnya dari gementee masalah kependudukan, rumah sakit, kraamzorg, GGD, sampai toko-toko yg menawarkan product untuk kebutuhan ibu dan bayi, karena saya terlacak sedang hamil, so iklan2 komersial berdatangan ke rumah dengan iming-iming 'sale' bahkan kadang gratis.
Kemarin tgl 16 juni 2009, Luc menerima 3 surat dan satu diantaranya membuat dia geram hanya melihat dari sampul amplopnya saja.
Langsung saya berkomentar, pasti masalah pemabayaran ini itu yang ga ada habisnya, dan dia menggeleng seraya menjawab.... "bukan, ini sangsi gara-gara saya melampaui batas maksimum kecepatan dari yang ditentukan"
Wah...wah wah... ini tilang maksudnya? Juga melalui surat? hahaha ini hal baru dalam kehidupan saya, dengan agak merebut surat yang sedang dibacanya, saya ikut membaca apa yang tertera di situ....
Disitu tertera, anda kelebihan kecepatan sampai 13 km/jam

Gementee/pemerintahan : Rotterdam
Lokasi : Statenweg (jl. Staten)
Tgl: 4 Mei 2009
Jam : 07.57
Kecepatan max yg dipserbolehkan: 50 km/jam
Kecepatan yg terkoreksi/tertangkap: 63 km/jam
Sangsi yg harus dibayar : 63 euro

Kemudian disitu dijelaskan bagaimana cara pembayarannya, yaitu dengan mengirimkan kembali acceptgiru yang juga dilampirkan di surat tersebut. Accepgiro tinggal dikirim balik, kita ga usah mengisi apa apa, karena semuanya sudah tercantum di accepgiro tsb termasuk no rekening yang dituju juga no rekening kita, jadi setelah kita menandatangani accepgiro tsb semuanya akan otomatis terbayar, mereka (central Justitiee Incasso Bureau/instasi yang menangani tilang) akan mendebet secara otomatis rekening kita.
Kemudian di bagian bawah, jika kita menolak untuk membayar dan ingin mengajukan banding (karena merasa tidak bersalah) juga tertera alamat kemana kita harus datang, juga tanggal kaduluarsa pembayaran maupun banding.
Jadi kalau kita tidak membayar dan tidak juga protes, maka akan datang surat kedua.

Setelah kita membaca surat tersebut Luc segera mengecek diamana Jl Staten itu, ternyata di daerah centrum alias pusat kota, agak sedikit mengeryik dia kebingungan untuk apa dia ke alun alun pada hari kerja dan di pagi hari, untunglah saya segera tersadar dan melihat agenda saya....
hahaha Luc melanggar kecepatan pada saat mengantarkan saya ke rumah Hany untuk cek up ke dokter, karena saya selalu ditemani Hany ke dokter saat cek up, jadi Luc harus mengantarkan saya terlebih dahulu ke rumah Hany sebelum dia kerja. So mau tak mau dia tidak bisa protes karena tertangkap basah pada saat kejadian, kita mengingatnya dengan baik, ya pada jam itu kita berada di Jl. Staten mungkin memang melebihi kecepatan yang diperbolehkan.

Jadi para polisi di Indonesia, jika sistem Belanda berlaku di Indonesia, tidak akan ada lagi polisi yang sembunyi di balik rerimbunan dan kemudian menyetop kendaraan kita untuk menilang, dan mengangkat tangan untuk menghormat kita sambil berkata ..... Selamat pagi/siang/malam Pak/Bu..dan bla bla bla kata basa basi yang bikin kita ene'k dan siap siap menyiapkan uang sogokan.... hahaha

Tuesday, June 16, 2009

Slaapkamar voor Cinta & Cahaya




Menyiapkan kelahiran ternyata ga sebatas siap mental, rohani, jiwa raga (ceilee..) tapi juga materi buat kelengkapan buah hati. Dan ternyata beda banget ama di Indonesia, kita ga usah direpotkan harus bikin kamar sendiri baut bayi, cukup di kamar orang tuanya beres... jaga sah sah saja kalo bayi tidur satu tempat tidur dgn ayah ibunya, disini ga gitu........ minimal bayi harus tidur di tempat tidur bayi, bukan di tempat tidur orang dewasa.
Dan begitu pertama kita reaserch tempat tidur bayi, berkali kali saya keliru, ternyata ada tiga macam yang menurut pandangan mata saya sama saja, pertama Ledikantje (nah ini yg namanya tempat tidur bayi, tanpa roda dan berukuran sedang), kedua box bayi (lebih besar dan ada rodanya) biasanya untuk bayi saat siang hari dan diletakan di ruang tengah, box digunakan jika bayi sudah bisa tengkurap sendiri (motah) sampai usia 2 tahun bayi biasanya masih main di box bayi. Yang ketiga Wig, biasanya untuk bayi dari usia 0 sampai 2 atau 3 bulan, nah wig ini lebih kecil ukurannya dan bisa digoyang alias dua sisi kakinya melengkung seperti kursi goyang. Ukuran wig lebih mirip box bayi yang ada di indonesia, kecil. Wig hanya digunakan untuk siang hari saja.
Nah ukuran standar tempat tidur bayi disini ya Ledikantje itu....
Berhubung saya Indonesia banget (hihi)atau karena mengingat keungan terbatas, kita memeutuskan tidak membeli wig, cukup Ledikantje saja... Tapi mijn man (om Luc) tetap bersrikeras box bayi harus tetap ada alasannya agar siang hari Cinta dan Cahaya bisa ber say helo dengan bundanya di ruang tengah, tidak melulu di kamar dan mereka bisa bermain berdua dalam satu box. So buat urusan box kita lihat saja nanti... hehe
Nah ini dia gambar dari ledikanje yg udah susah payah kita pilih

Monday, February 9, 2009

Bonito Fish


Ikan Bonito sebelum di masak/Bonito unprepared





Did you ever try Bonito Fish? The taste like mackarel fish but more soft and more meat, cause Bonito which i tried was bigger than mackarel, (kalo di Indonesia Bonito lebih mirip ikan tenggiri). So, I put picture Bonito before cook and after cook.


Bonito Sambal Cianjur


















Empek Empek Palembang/Fishcookies Palembang style

Empek Empek Palembang/Fishcookies Palembang style



And i also make empek empek palembang from bonito fish, Luc call fishcookies cause when i make empek empek he thought i make bread (haha). And you can compare the taste with empek empek pak raden ............ my empek empek more delicious, hahaha.


Es Buah/Iced avocado,strawberry,young coconut,agar agar jelly,conserved milk and canned fruit

Es Buah/Iced avocado,strawberry,young coconut,agar agar jelly,conserved milk and canned fruitFinally my list about missing food at least less than before, i can strike off an item from the list.... empek empek and kelapa muda....haha i found kelapa muda also at chinese supermarket, but when Luc opened, it is look like kopyor. So that why i make it for es buah, it is more nice when i make mix, i put avocado, jelly (agar-agar),strawberry, and fruit can (papaya, pineapple,pir)

Wednesday, January 28, 2009

Journey to other land

Wuih,,,, capek banget nyetir dari Bandung ke Bali.
3 days, 2 night

Ini salah satu panorama yang terekam kamera waktu nyebrang dari Banyuwangi ke Gilimanuk.

Sunday, December 28, 2008

I Miss "My Food"

I want see and taste my food again

1. combro bu Sumirah
2. sate kulit bu Atang
3. rujak cuka Padalarang (bi Okom)
4. empek empek pak Kumis
5. mie kocok yang di Pasar Baru
6. air kelapa muda yang ada di By pass (trus diminum pas nyampe rumah sesudah nyetir)

Ohhhhhhhhhhh.......................

Sunday, December 7, 2008

Lembur Ciawang

Di Singaparna - Kab. Tasikmalaya, ada makanan khas yang enak banget. "Ranginang" namanya. Biasanya disajikan dengan segelas air teh pahit dan dodol dengan bungkus daun jagung.

*Ranginang


*Dodol


*Menu Lengkap


Saya biasa menikmatinya di saat berkunjung ke rumah Mang Entis, orang kepercayaan Ibu untuk mengolah sawah.

*Keluarga Mang Entis


Suasananya serba hangat jika kita berkunjung kesana. Obrolan hangat, dicampur air teh yang hangat pula.
"Maknyus...." -mengutip salah satu gaya bicara seorang host acara TV.

Diselimuti suasana sejuk, sawah yang terhampar luas, sangat nikmat untuk beristirahat sejenak setelah melewati perjalanan dari Bandung selama -/+ 3 jam itu.
So... yang penasaran akan lezatnya "Ranginang", ayo kunjungi kota/kab Tasikmalaya.

*Sawah


*Kolam Bebek

Wednesday, November 26, 2008

Koken














Lontong isi bumbu bacang















Daging kambing paprika
















Kerupuk kampung






Menu lengkap satu kali masak dan satu kali makan

(ayam goreng mentega, tempe mendoan, sayur bayem, kerupuk, lontong isi bumbu bacang )



Masak? Hehehe........., ga kebayang kan kalo suatu saat jadi doyan masak.
Dulu kalo sampe harus masak, pasti banyak syaratnya yaitu harus ada yang nemenin di dapur. Luckyly, ibu termasuk sabar kalo nemenin, jadi saya masak ibu yang beberes, tukang eu eu-lap, hehe alias dapur harus rapi kembali dan ga boleh kotor, jadi para dayang (Atun atau Uji) nyiapin irisan irisan kayak bawang dll giliran saya yang masak, alias kokinya dan nanti mereka lagi yang beberes, hehe.
Mungkin Ibu mau nemenin karena dengan alasan, kalo Yayang yang masak suka mengundang selera katanya, hehe, atau yang jelas mungkin ibu khawatir dapurnya kotor haha.
Dan ternyata sekarang setelah hidup jauh dari Indonesia, saya harus membiasakan bisa masak, dan betapa adilnya Allah, Dia kirim Luc yang selalu siap sedia jadi dayang, so dia yang ngiris bawang dll, saya yang masak dan selalu nemenin kalo saya masak, ga tau mungkin gaya nya gitu ga bisa ngebiarin istrinya kerja sendiri, takut dapur kotor?haha, kalo soal beberes, dia lebih parah 1000 kali dari saya.

Jadi inilah saya sekarang, sampai saat ini makan makanan Indonesia terus, belanja dari Asia Supermarkt, disana segala ada dari kemiri, cikur, laja sampe indomie rasa rawon, dari beras buat sushi sampe kacang ijo. Dan beli peralatan kayak katel besi buat bikin capcay (disini katel semua pake teflon) sampe coet batu buat nyambel ada disini. Dan Luc ngebeliin katel juga karena rasanya biar percis di Indonesia, katanya hehe. O ya boboko dari bambu juga ada.
Dan masakan Indonesia termasuk yang dipuja di Belanda, rata rata orang belanda senang masakan Indonesia, jadi jangan salah kalo bumbu pecel, Karang Asem nya Madiun banyak dijual di Belanda, persis sama dari kemasan sampai rasanya.
Jadi bagi mereka yang mendewakan masakan Belanda di Indonesia(bagi mereka yang sok Walanda), agak aneh juga, karena masakan Belanda (kecuali Kue dan cake-nya) ga ada apa apanya di banding masakan Indonesia yang beragam dan lezat.
So, Belanda kaya dengan masakan dari negeri pendatang, selain Indonesia ada juga masakan Maroko, Turki dan Suriname yang terkenal dengan boordjes nya.

Karena saya selalu masak setelah Luc pulang kerja, pernah juga pesan makanan dari restourant China dan India, kata Luc dia seneng makanannya, jadi kalo pesen tinggal buka internet liat menu dan kirim email, biasanya mereka datang 45 menit kemudian, masakan china masih oke di lidah, nah pada waktu makan makanan india, saya sama sekali ga selera, jadi saya ga makan dan melayanglah makanan tersebut ke tempat sampah, sedihnya bukan main, dan saat itu juga saya bertekad untuk selalu masak. Bayangkan kita bayar 30 euro untuk makanan yang tidak kita makan, trus saya bilang kalo masak sendiri kita bisa hemat banyak, sayur bayem bisa cuma 1 euro buat 4 kali masak (soalnya kalo sayur bening cuma saya yang makan), ayam cuma 2,5 euro 1 kilo buat 2 kali masak, daging sapi sekitar 5 sampe 7 euro satu kilo, bisa untuk 2 kali masak, dan lebih terjamin karena beli di tukang daging muslim, di tokonya ada sertificat halal. Jadi untuk makan besar buat berdua paling cuma abis 5 euro, kita makan enak, nyaman dan memasak dengan penuh cinta, hehe.
Tapi begitu saya bilang mengenai perbandingan harga antara masak sendiri dan pesen, Luc menanggapinya dengan berbeda............... Sama aja kalo dari masalah harga, begitu katanya.
Why? Kamu masak kan butuh waktu, ambilah satu jam, kalo dihitung jam kerja part time dan murah, kamu dapet 20 euro (untuk satu jam kerja) dan bahan bahan 5 euro, jadi sama aja kan dengan pesen, begitu katanya. Jadi apapun pekerjaan kita selalu diungkan dengan waktu yang kita pergunakan untuk mengerjakan hal tersebut.
Jadi ga heran kalo Luc ngelarang saya buat nyetrika, katanya buang buang waktu, hehe, jadi dia nyetrika baju sendiri setiap berangkat kerja.

Nah inilah hasil masakan saya............ bikin lontong bacang hayu....... bikin daging kambing bumbu curry merah hayu...... bikin opor ayam,ayam goreng mentega, bami goreng, capcay, soto jakarta dan lain lain dan lain hehe(nyombong maksudnya). Jadi menu andalan ga cuma nasi goreng, capcay atau udang asam manis aja, tapi beragam bo!


Soto resep Ibu
(nyam nyam nyam...........)

So jenis masakan yang dulu ga kebayang sama sekali rupa maupun rasanya, jadi bisa dibikin, dan rencananya Idul Adha nanti saya bakal bikin ketupat! Ternyata saya bisa masak masakan berbumbu santan yang dulu paling saya benci, (walaupun masih belum doyan makannya, yang jelas bisa bikinnya dan yang nyantap suami tercinta) hehe..................

Jadi selamat makan masakan Indonesia! Sekali lagi Hidup Indonesia! Apapun keadaanmu wahai bangsaku, aku tetap cinta padamu, tanah airku! Hidup dan bangkitlah dikau walau sekedar dikenal masakannya tapi itu jauh lebih baik dari pada dikenal karena korupsinya, sekali lagi para koruptor........insyaf dong......... Haha, but anyway ini masih tentang cerita masakan Indonesia bukan dendam kusumat saya pada para koruptor.